Jumat, 19 Februari 2010

Dua Pikiran

Terkadang saya suka membuat quote-quote sendiri. Tujuannya, terkadang untuk menguatkan diri sendiri, terkadang muncul begitu saja. Satu diantara quote saya :
"Hal yang paling susah adalah memulai.
Lanjutkan yang ada, itu lebih bijaksana."
Quote saya yg lain,
"1 hari = 86.400 detik."
Dua quote atau dua pikiran tersebut memang yg sedang hangat-hangatnya dibahas di kepala saya. Cukup membingungkan, karena kedua hal tersebut bertentangan. Di satu sisi, kita tahu bahwa waktu itu terbatas. Tidak mungkin kita dapat melakukan semua hal. Tetapi di sisi lain, kita harus selalu optimis. Semuanya itu mungkin, tinggal bagaimana kita mengusahakannya. Walaupun hasil akhir tetap wewenang yang maha kuasa.

Ketika akan memulai suatu aktifitas baru, kita berfikir apakah akan mengganggu aktifitas yang lain? Kita juga berfikir, meskipun sedikit mengurangi jatah waktu aktifitas yang lain, mungkin aktifitas baru ini akan memberikan dampak positif pada aktifitas utama saya.

Atau kita berfikir bahwa hal ini adalah yang lebih krusial, sementara belahan otak kita yang lain mengatakan hal lain yang lebih krusial. Lalu ternyata keduanya sama krusialnya.

Belum yakin betul mana yang benar, tapi saya percaya bahwa jalan tengah-lah yang terbaik.
"Selalu optimis, dan selalu berhati-hati."

Minggu, 13 September 2009

[Buku] BUNGKARNO, BAPAKKU-KAWANKU-GURUKU

Tadi baru aja jalan-jalan ke toko old&new di jalan riau, Bandung. Pas liat-liat, ada satu buku yang sepertinya menarik. Menarik, karena mungkin buku ini bakal menceritakan sisi lain dari Bung Karno, yang mungkin lebih private, karena ditulis langsung oleh Guntur Sukarno (anak sulungnya). Coba simak bab pertama buku ini.


Waktu         : Jakarta tahun 1960.
Tempat       : Istana Merdeka, teras depan kamar Bung karno.
Yang hadir   : Bung Karno, Aku.

Sebagaimana biasanya, maka hari itu aku baring-baring pada kursi panjang rotan di muka kamar bapak agar bisa baca koran-koran, dan bulettin-bulettin yang setiap paginya bertumpuk di meja depan kamar, lebih dulu dari bapak. Seperti kita ketahui bapak setiap paginya sebelum mandi selalu "sarapan" berita-berita dari koran-koran/majalah-majalah, antara lain :
- Bintang Timur
- Duta Masyarakat
- Suluh Indonesia
- Merdeka
- Harian Rakyat
- Berita Indonesia
- Bulettin Antara
- Time, Life
- Newsweek, dan lain sebagainya.

Berita yang sedang menjadi topik saat itu adalah soal pembuatan Jalan Jakarta By Pass, yang merupakan suatu jalan raya yang "luar biasa" hebatnya dibanding jalan-jalan raya lainnya yang ada saat itu.

Sedang aku asik-asiknya baca, tiba-tiba bapak keluar tergopoh-gopoh dari kamarnya, rupanya sudah kebelet. O-Ok (istilah keluarga Bung Karno untuk hajat besar!), dan berkata :
- Heh, Ayo cepat itu koran semua! Aku mau baca di kaskus!
+ Yang ini sebentar deh pak (Aku sedang baca koran Suluh Indonesia, koran favourite-ku saat itu) tinggal sediki lagi!
- Kamu ini.... Apa yang kau baca.
+ Soal jalan By Pass, apa benar bapak tukar Bay Pass dengan Pope (Allan Lawrence Pope adalah pilot swasta Amerika yang disewa CIA untuk membantu pemberontak PRRI/PERMESTA membom kota Ambon, dan yang berhasil ditembak jatuh oleh ABRI).
- Dari mana kau tahu?
+ Diluar orang-orang ngomong begitu kok.
- Heh... heh... heh... (Bapak tertawa kecil), ayo cepat Suluhnya!

Koran yang sedang kubaca direbutnya, dan dengan hanya memakai kaos oblong serta celana kolor yang sudah turun setengah, Bapak berjingkat-jingkat lari kecil menuju kamar kecil. (Benar-benar sudah kebelet rupanya!)

Untuk beberapa saat keadaaan jadi sepi dan hening kecuali kicau burung-burung di pagi hari. Akupun berbaring-baring sambil ngelamun, sampai suatu saat disentakan dari lamunan oleh ledaknya teriakan geledek bapak dari kamar kecil :
- Took... !
- Yaa pak! (sambil kaget dan cepat berdiri tergesa-gesa).
- Mudah-mudahan Amerika kirim Pope yang lain, supaya kalau sudah ketangkap aku bisa minta tukar sama Ava Gardner atau Ivonne de Carlo! (Ava Gardner dan Ivonne de Carlo, adalah bintang-bintang film Amerika paling mulus saat itu).

Sambil terduduk lemes, saking kagetnya aku berkata dalam hati:
+ Ala... Lagi-lagi cewek!

Kalau aku jadi bapak, aku minta tukar dengan... Elvis Presley!

Buku ini, selain isinya yang menarik, gaya bahasanya pun menarik, sehingga enak membacanya. Meskipun ditulis lebih dari 30 tahun yang lalu!

Senin, 30 Juni 2008

[Seminar] Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur

Pagi tadi, 30 Juni 2008, saya mengikuti sebuah seminar bertajuk "technopreneurship" yang diadakan Himpuan Mahasiswa Teknik Fisika Institut Teknologi Bandung. Berikut Saya coba tuliskan kesimpulan yang saya dapatkan dari seminar tersebut. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Setiap orang memiliki keinginan dan kegemaran masing-masing. Disadari atau tidak, kita memiliki tujuan-tujuan hidup yang tidak mungkin sama persis antara satu orang dengan yang lain. Kalau kita sadar dan jujur pada diri sendiri, kita dapat menjadi enterpreneur untuk tujuan-tujuan tersebut.